Skip to main content

perjuangan membangun usaha


Assalam mualaikum kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalanan saya dalam perjuangan membangun usaha tempe awal mula saya mempunyai ide membuka usaha tempe adalah ide dari Bapak saya pulang kampung untuk melamar calon istri saya beliau berkata kepada saya sa'at kami sekeluarga duduk-dukuk di depan TV bersama keluarga "nanti kalau sudah menikah mending di kampung aja buka usaha tempe limbah dari tempe juga berguna untuk pakan sapi " iya memang bapak saya kebetulan memelihara 2 sapi dan beliau bilang limbah tempe sangat berguna untuk pakan sapi dari Kulit Ari kedelai sampai limbah Cair bekas rebusan kedelai, sa'at itu saya tidak menjawab hanya terdiam dalam benak saya berkata "la wong belum ada modal buat buka usaha kho malah langsung di suruh buka usaha" antara bingung dan ragu soalnya membuka usaha itu tidak mudah harus ada persiapan mental dan modal inilah yang membuat saya ragu dan bingung, terlebih lagi posisi saya sa'at itu akan menikah dan sudah beberapa tahun merantau di Tangerang saya di tangerang hanyalah seorang karyawan yang berangkat dari pagi jam 8 pulang jam 9 malam dengan Gaji yang pas-pas an, dan selang beberapa bulan berlalau tepatnya pada bulan April tahun 2019 alhamdulillah saya menikah dan lagi-lagi pertanya'an itu datang lagi dari bapak saya "besok ngga usah berangkat merantau di rumah aja" saya diskusikan ini dengan istri saya dan akhirnya saya dan istri saya sepakat untuk berangkat merantau lagi dengan alasan belum punya modal dan karena ini baru awal menikah jadi istri saya minta untuk berangkat ke Tangerang aja, sebenarnya jikalaupun mau membuka usaha walaupun belum punya modal Bapak saya menyanggupi tapi saya masih tetap ragu-ragu dan saya berfikir mungkin nanti aja kapan-kapan buka usahanya, saya dan istri saya akhirnya berangkat ke Tangerang dan setibanya di sana saya mencari kontrakan yang agak lumayan murah dan saya bertanya kepada Bos saya kata beliau ada kontrakan murah tidak jauh dari rumah tempat kerja saya dan di temanilah saya dengan Bos dan saudaranya untuk bertemu dengan pemilik kontrakan tersebut akhirnya Harga per Bulan untuk kontrakan tersebut pun di sepakati iyaitu Rp.500,00 ini benar-benar murah untuk seukuran kontrakan dengan kamar mandi di dalam dan terdapat ruang Dapur di belakang, selang beberapa bulan berlalu dan saya juga sering berkomunikasi dengan orang tua saya di kampung dan lagi-lagi Bapak saya menyuruh saya Pulang kampung saja bersama istri saya untuk membuka usaha Tempe di desa, hal ini memang menjadi polemik bagi saya dan istri pasalnya istri saya belum mau di kampung kalau usahanya yang modalin bapak saya istri saya mau jika saya membuka usaha sebaiknya mengumpulkan modal hasil uang sendiri bukan dari orang tua saya, dan tibalah di bulan puasa kami jalani apaadanya kehidupan di kota dan sa'at waktu mudik tiba lagi-lagi dan lagi ayah saya berpesan setelah mudik jangan merantau lagi di Desa saja saya lelah dengan pertanya'an ini tapi mau bagaimana lagi saya berfikir sa'at itu mungkin ini jalan saya untuk menjadi seorang pengusaha walaupun yang modalin orang tua tapi bagaimana lagi la wong di suruh pualang kampung terus setiap televon, akhirnya saya resign dari tempat kerja saya memang ini berat bagi saya dan istri saya tapi mungkin ini adalah jalan saya untuk mandiri tidak jadi karyawan terus, setelah saya pulang kampung bersama istri saya ke Kebumen kota kelahiran saya tentu orang tua saya sangat senang melihat saya resign dari tempat kerja, dan mulailah ayah saya menyiapkan perabotan dan perlatan untuk membuka usaha tempe, Bapak saya sebenarnya belum bisa membuat tempe dan kebetulan saya mempunyai ibu angkat dan beliau dulu pernah membuat tempe namun hanya beberapa tahun dan berhenti karena sudah agak sepuh, beliau lah yang mengajari kami membuat tempe hingga akhirnya kami berhasil membuat tempe dan tempe yang berhasil kami buat langsung saya bawa kebpasar tradisional letaknya tidak begitu jauh dari desa saya hanya 3 kilo dan 15 menit menggunakan motor sesampainya di pasar saya langsung menaruh BoX biru besar saya yang berisikan Tempe waktu itu saya membawa 70 bungkus tempe dengan harga jual 1 bungkus Rp.800 perak di pasar tersebut saya lihat sudah ada beberapa orang yang berjualan Tempe tapi mereka sudah bertahun-tahun menekuni usaha tersebut dan beda halnya dengan saya yang baru pertama kali membuka usaha saya harus mencari pelanggan, Alhamdulillah tempe yang saya bawa terjual dan sisa beberapa bungkus saja,waktu demi waktu dan hari demi hari saya terus memproduksi dan menjual tempe tersebut ke pasar dan terkadang sa'at masih ada sisa saya jual keliling desa ketika pulang dari pasar dari desa ke desa lain dengan menggunakan motor, jalanan yang begitu exstrim saya lewati naik di di desa-desa yang berada di pinggir bukit memang perlu keberanian jalan yang terjal dan bebatuan memang membutuhkan kehati-hatian, setelah 2 bulan berlalu saya mempunyai ide untuk membuat Keripik tempe dan hal ini saya bicarakan dengan istri dan orang tua saya  dan rencananya keripik tempe saya ini akan saya titipkan ke warung-warung di desa-desa akhirnya terlaksanalah kami membuat keripik tempe dan di sinilah Coba'an dalam membangun usaha mualai saya rasakan dari kekurangan modal hingga pasar yang begitu sepi, saya tetap jalani dan membuat Tempe dan Keripik Tempe, walaupun tempe yang saya jual di pasar tidak begitu banyak yang terjual tapi Alhamdulillah Keripik tempe saya laku di warung-warung yang saya titipi, kendala dalam produksi Keripik tempe ini adalah Modal yang luamyan besar untuk membeli Kedelai,Minyak Goreng,dan plastik kemasan untuk membungkus keripik tempe, untuk keperluan merebus kedelai saya menggunakan kayu bakar dan biasanya di sore hari saya mencari kayu bakar di Hutan dan poin penting dan pelajaran yang kita bisa ambil dari kisah saya ini adalah " Jika anda ingin memulai usaha hal yang paling penting di persiapkan adalah mental dan modal memang modal yang besar tidak menjamin kesuksesan sebuah usaha tapi modal yang kecilpun itu sangat beresiko untuk sebuah kelangsungan usaha yang anda jalani mental juga tidak kalah penting dalam membangun sebuah usaha karena sa'at anda menjalankan sebuah usaha ada saja coba'an dan ujian yang mengetes seberapa kuatkah anda dalam mempertahankan sebuah kelangsungan usaha yang anda bangun,ketekunan dan ulet serta rasa sabar juga sangat penting di miliki oleh siapa saja terlebih bagi anda calon pengusaha ataupun bagi anda yang sedang membangun usaha.
itulah kisah saya semoga kelak kita semua bisa menjadi pengusaha yang sukses di masa depan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar